Halmahera Utara – Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program hilirisasi kelapa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.
Dalam wawancara bersama CNN Indonesia, Bupati menjelaskan bahwa sekitar 80% penduduk Halmahera Utara adalah petani, sehingga pengembangan industri kelapa menjadi sangat penting. Pemerintah pun memberikan ruang besar bagi swasta untuk berinvestasi.
“Jika swasta berkembang, maka daerah juga berkembang. Karena itu, kami memberikan dukungan penuh kepada salah satu industri kelapa di Halmahera Utara, yaitu PT NICO, untuk menjaga keberlanjutan program ini,” ujar Bupati Piet Hein.
Sebagai bentuk nyata dukungan, pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2025, yang melarang buah kelapa keluar dari Halmahera Utara dalam bentuk mentah. Hanya produk setengah jadi, seperti kopra atau produk olahan PT NICO, yang diperbolehkan untuk dipasarkan keluar daerah.
Bupati juga menyoroti keberhasilan PT NICO dalam menembus pasar global, dengan produk olahan kelapa yang sudah diekspor ke China, Italia, Jerman, bahkan Rusia. Kehadiran industri ini membawa dampak positif, salah satunya membuat harga kopra di Halmahera Utara kini lebih kompetitif bagi petani lokal.
Dengan sinergi pemerintah dan industri, hilirisasi kelapa di Halmahera Utara diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


