Artikel

Sepak Sawut, Permainan Sepak Bola Tradisional dengan Api

Sepak bola menjadi permainan yang digemari banyak orang dari segala rentang usia baik muda maupun tua. Hal ini juga terbukti dari antusiasme masyarakat saat berlangsungnya pertandingan sepak bola antara timnas Indonesia dengan tim dari Korea Selatan dan yang paling baru dengan tim Uzbekistan di pertandingan Piala Asia U-23 pada hari Senin (29/4).

Di Indonesia sendiri, permain sepak bola ternyata juga menjadi suatu permainan tradisional sendiri, contohnya permainan sepak sawut. Sepak sawut merupakan permainan tradisional suku Dayak yang mirip dengan sepak bola pada umumnya. Hal yang membedakan antara sepak sawut dengan sepak bola pada umumnya ialah bola yang digunakan terbuat dari kelapa tua yang dikupas sehingga menyisakan kulit serabutnya. Kelapa tersebut kemudian dilumuri minyak tanah dan dibakar.

Pada zaman dahulu, sepak sawut sendiri merupakan ritual dari suku Dayak yang dilakukan ketika ada orang yang meninggal. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat menggunakan bola api. Semakin tinggi api yang dihasilkan dari bola maka diyakini bahwa roh jahat juga semakin takut untuk mendekat. Selain untuk mengusir roh jahat saat seseorang meninggal, sepak sawut juga dikatakan bertujuan untuk menghibur keluarga yang sedang berduka. Keramaian dari permainan ini dapat menghibur keluarga yang berduka dengan melihat keseruan jalannya permainan ini.

Cara bermain sepak sawut juga sama seperti permainan sepak bola pada umunya. Terdapat dua gawang dengan lapangan yang luasnya tidak jauh berbeda dengan lapangan futsal. Permainan ini juga terdiri dari 2 tim, dengan masing-masing tim nya terdiri dari 5 pemain, dengan durasi permain selama 2×10 menit. Tim yang berhasil memasukkan bola ke gawang lawan akan dinyatakan sebagai pemenangnya.

Jalannya permainan sepak sawut ini juga semakin indah karena dilaksanakan pada malam hari sehingga cahaya dan percikan bola api terlihat secara jelas dengan penerangan lapangan yang secukupnya saja. Saat ini, permainan sepak sawut sudah jarang dilakukan dan biasanya dilakukan ketika ada acara kebudayaan atau perlombaan saja.

Back to list

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *